Jumat, 14 November 2014

La Kalo untuk TBM yang cuma eksis di facebook, piye?????


Menanggapi pernyataan seseorang, yang lantas menarikku untuk menjadikannya sebagai judul curahan hati.

Saya berpikir, apa pun wujudnya, membuat TBM, Rumah Baca, Sanggar Buku <dan seabreg sebutan lainnya> merupakan upaya seseorang untuk memahami dan menggarap diri. Bikin taman baca adalah upaya mengokohkan eksistensinya di tengah lingkungan, sehingga sekecil apa pun usaha, sepanjang itu dilakukan sebagai upaya sadar, jauh lebih bermakna ketimbang yang sudah kadung besar tapi tak mengakar.

Sebagaimana kita ketahui, sekarang ini zamannya dunia maya atau masyarakat virtual. Di samping kita menjejakkan kaki di bumi kenyataan, tapi pikiran, ide dan gagasan kita tersiar mudah di sosial media.

Memang tak bisa dipungkiri bahwa sosial media (fenomena FB) cenderung kepura-puraan, narsis dan dangkal. Tapi justru dari kepuraan dan kedangkalan ini, multiplisitas terbangun. Tidak ada yang tunggal/dominan dalam transaksi wawasan maupun pengetahuan. Semua bebas mencitrakan diri sebagai yang terbaik atau sebaliknya sebagai yang terkonyol. Satu lagi yang pasti, dunia maya Facebook telah menggiring ke model komunikasi yang terbuka, murah, cepat, mudah, dan menyusup ke segenap arah.

Dengan kata lain kini facebook telah menjelma menjadi ruang publik baru, di dalamnya orang mempunyai tingkat kebebasan yang tak terkira. Sehingga akan naif jika sekiranya ada yang berniat ‘membredel’, ‘mengharamkan’ atau sekadar menganggap remeh temeh fungsi sosial media ini. Saya ingat benar, oleh beberapa pakar masa depan, tersiar kabar bahwa ciri masyarakat ke depan akan semakin terbuka dan egaliter.

Masyarakat terbuka mengandaikan model komunikasi yang terbuka. Komunikasi yang kerap mengarah kedangkalan atau lebih mengagungkan permukaan. Nah, kiranya menjadi kewajiban kita semua untuk turut serta ikut mewarnai sekaligus melawan dengan kedalaman. Oleh karenanya, TBM berbasis Facebook atau TBM yang hanya eksis di Facebook kenapa tidak ? Sebab upaya pencerdasan di dunia maya jauh lebih kompleks dan menggugah nyali. Fenomena ebook, perang gagasan, diskusi dan rapat online, telah jadi kenyataan...

-----03/4-'14, 01:00-----[edisi FB]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar