Jumat, 21 November 2014

Hierarki Ber-Syahadat


Bermula dari kehendak Tuhan yang menjadikan manusia sebagai wakil-Nya di muka bumi (Al-Baqarah [2] : 30), maka korelasi hubungan Tuhan dan manusia pun menarik untuk jadi bahan renungan. Hadir sebagai wakil Tuhan dengan sendirinya tertuntut tanggung jawab  untuk selalu bertindak atas nama-Nya. Ini sebuah  kesadaran untuk memberadabkan bumi, yaitu menyebarkan sifat-sifat Tuhan ke seluruh permukaan bumi.


Membumikan sifat-sifat Tuhan ke segenap  penjuru, berarti bersiap  menjadi saksi atas  keagungan Tuhan (Al-Baqarah [2] : 143), persis sebagaimana dulu Rasulullah Muhammad telah sanggup menginternalisasikan sifat-sifat Tuhan menjadi fakta objektif.

Tuhan yang ghaib  dan tak dipahami oleh orang lain, maka tanggung jawab  kita lah untuk menghadirkan-Nya. Inilah syahadat kita di sisa kurun waktu, dimana Islam tampak compang-camping di tengah umat manusia. 

Skema Hierarki ber-Syahadat :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar