Bermula dari kehendak Tuhan yang
menjadikan manusia sebagai wakil-Nya di muka bumi (Al-Baqarah [2] : 30), maka
korelasi hubungan Tuhan dan manusia pun menarik untuk jadi bahan renungan.
Hadir sebagai wakil Tuhan dengan sendirinya tertuntut tanggung jawab untuk selalu bertindak atas nama-Nya. Ini
sebuah kesadaran untuk memberadabkan
bumi, yaitu menyebarkan sifat-sifat Tuhan ke seluruh permukaan bumi.
Membumikan sifat-sifat Tuhan ke
segenap penjuru, berarti bersiap menjadi saksi atas keagungan Tuhan (Al-Baqarah [2] : 143), persis
sebagaimana dulu Rasulullah Muhammad telah sanggup menginternalisasikan
sifat-sifat Tuhan menjadi fakta objektif.
Tuhan yang ghaib dan tak dipahami oleh orang lain, maka tanggung
jawab kita lah untuk menghadirkan-Nya.
Inilah syahadat kita di sisa kurun waktu, dimana Islam tampak compang-camping
di tengah umat manusia.
Skema Hierarki ber-Syahadat :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar