Saya mengenal organisasi selalu diisi oleh 4 (empat) kasta.
Namun kasta disini tidak berdiri vertikal yang hierarkis. Kasta yang saya
maksudkan sejajar, saling menopang, saling dukung, yang keberadaannya bukan
berdasar kelahiran biologis melainkan upaya penghayatan diri. Hilang salah
satu, denyut organisasi jadi hambar.
Konon, di surga kita bakal disodori untuk memilih atau memasuki 4 sungai, yaitu : sungai
air; sungai susu; sungai anggur; dan sungai madu. Ada air, susu, anggur, dan
madu. Masing-masing dihadirkan bukan untuk menunjukkan kualitas, melainkan sebagai
simbol fungsi kita di tengah sosial.
Air adalah sarana penghidupan. Tanpa air mustahil akan lahir
kehidupan. Dari sini air berfungsi sebagai penyuplai sarana. Itulah simbol fasilitator. Simbol bagi
individu yang senantiasa mengabdikan diri sebagai penyedia sarana. Suplayer
bagi setiap kebutuhan yang ditunggu masyarakat. Kehadirannya, yang diwujudkan
dengan perbuatan baik, jadi oase di tengah masyarakat.
Susu adalah sarana pertumbuhan. Simbol bagi seseorang yang
mengabdikan diri sebagai pemberi daya untuk menumbuhkembangkan lingkungan.
Itulah motivator. Profesi guru, ustadz, psikolog, ketua RT, Ketua organisasi
dan lainnya, masuk dalam golongan ini.
Anggur adalah sarana untuk mempercepat suatu proses. Simbol
seseorang yang senantiasa berkepribadian luhur. Memancarkan sifat-sifat mulia
yang sanggup menggerakkan masyarakat untuk segera menirunya. Inilah
dinamisator, yang perbuatannya menerbitkan inspirasi bagi sekitar. Dia bergerak
di bawah permukaan yang sunyi tanpa warta. Senyap tanpa media dan iklan. Namun demikian
justru dikenal banyak pihak karena menginspirasi.
Madu adalah sarana pengontrol stabilitas temperatur tubuh.
Kehadirannya menjadi penata tubuh. Oleh karenanya, madu menjadi simbol
seseorang yang berfungsi sebagai perumus konsep-konsep. Itulah konseptor.
Sebagaimana masyarakat yang merupakan himpunan individu,
Forum TBM adalah barisan para penggiat literasi. Oleh sebab itu, saya masih
meyakini bahwa harmoni dan kejelasan identitas akan segera maujud jika keempat
fungsi kasta tersebut saling topang. Fasilitator, motivator, dinamisator, dan
konseptor saling bahu membahu besarkan Forum. Masing-masing kita bisa
merumuskan diri akan berfungsi sebagai apa dalam menggenapi roda laju Forum
TBM.
Sekali lagi, saya menyebutnya ini sebagai kasta, namun tidak hierarki,
tidak ada yang tinggi maupun yang rendah. Masing-masing fungsi sederajat
sepenanggungan saling sanding, bukan tanding. Yang berperan sebagai perumus
teori, konsep (konseptor) tidak lebih rendah ketimbang yang bergerak dalam karya
nyata (dinamisator). Pun sebaliknya. Begitu pula para penyuplai dana
(fasilitator) tidak lebih agung ketimbang para kepala suku yang terjun langsung
ke medan laga untuk menggerakkan banyak orang (motivator).
Nah, kiranya sekarang, tidaklah terlambat untuk memancangkan
diri. Menggarap diri untuk masuk ke dalam salah satu atau lebih dari satu di
antara empat golongan. Insya Allah masing-masing diri dari kita akan lebih
optimal dalam merambah medan, sehingga akan jelas pula deru Forum TBM ke
depan.. semoga !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar