Jumat, 14 November 2014

Kasta


Saya mengenal organisasi selalu diisi oleh 4 (empat) kasta. Namun kasta disini tidak berdiri vertikal yang hierarkis. Kasta yang saya maksudkan sejajar, saling menopang, saling dukung, yang keberadaannya bukan berdasar kelahiran biologis melainkan upaya penghayatan diri. Hilang salah satu, denyut organisasi jadi hambar.

Konon, di surga kita bakal disodori untuk memilih atau memasuki 4 sungai, yaitu : sungai air; sungai susu; sungai anggur; dan sungai madu. Ada air, susu, anggur, dan madu. Masing-masing dihadirkan bukan untuk menunjukkan kualitas, melainkan sebagai simbol fungsi kita di tengah sosial.

Air adalah sarana penghidupan. Tanpa air mustahil akan lahir kehidupan. Dari sini air berfungsi sebagai penyuplai sarana.  Itulah simbol fasilitator. Simbol bagi individu yang senantiasa mengabdikan diri sebagai penyedia sarana. Suplayer bagi setiap kebutuhan yang ditunggu masyarakat. Kehadirannya, yang diwujudkan dengan perbuatan baik, jadi oase di tengah masyarakat.

Susu adalah sarana pertumbuhan. Simbol bagi seseorang yang mengabdikan diri sebagai pemberi daya untuk menumbuhkembangkan lingkungan. Itulah motivator. Profesi guru, ustadz, psikolog, ketua RT, Ketua organisasi dan lainnya, masuk dalam golongan ini.

Anggur adalah sarana untuk mempercepat suatu proses. Simbol seseorang yang senantiasa berkepribadian luhur. Memancarkan sifat-sifat mulia yang sanggup menggerakkan masyarakat untuk segera menirunya. Inilah dinamisator, yang perbuatannya menerbitkan inspirasi bagi sekitar. Dia bergerak di bawah permukaan yang sunyi tanpa warta.  Senyap tanpa media dan iklan. Namun demikian justru dikenal banyak pihak karena menginspirasi.

Madu adalah sarana pengontrol stabilitas temperatur tubuh. Kehadirannya menjadi penata tubuh. Oleh karenanya, madu menjadi simbol seseorang yang berfungsi sebagai perumus konsep-konsep. Itulah konseptor.

Sebagaimana masyarakat yang merupakan himpunan individu, Forum TBM adalah barisan para penggiat literasi. Oleh sebab itu, saya masih meyakini bahwa harmoni dan kejelasan identitas akan segera maujud jika keempat fungsi kasta tersebut saling topang. Fasilitator, motivator, dinamisator, dan konseptor saling bahu membahu besarkan Forum. Masing-masing kita bisa merumuskan diri akan berfungsi sebagai apa dalam menggenapi roda laju Forum TBM.

Sekali lagi, saya menyebutnya ini sebagai kasta, namun tidak hierarki, tidak ada yang tinggi maupun yang rendah. Masing-masing fungsi sederajat sepenanggungan saling sanding, bukan tanding. Yang berperan sebagai perumus teori, konsep (konseptor) tidak lebih rendah ketimbang yang bergerak dalam karya nyata (dinamisator). Pun sebaliknya. Begitu pula para penyuplai dana (fasilitator) tidak lebih agung ketimbang para kepala suku yang terjun langsung ke medan laga untuk menggerakkan banyak orang (motivator).

Nah, kiranya sekarang, tidaklah terlambat untuk memancangkan diri. Menggarap diri untuk masuk ke dalam salah satu atau lebih dari satu di antara empat golongan. Insya Allah masing-masing diri dari kita akan lebih optimal dalam merambah medan, sehingga akan jelas pula deru Forum TBM ke depan.. semoga !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar